Buah Kesabaran

Buah Kesabaran

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Dibalik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuangan dan pengorbanan, keringat dan kepayahan.

Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang siberikan oleh kesuksesan, kita bisa lupa dari keharusan untuk berupaya.

Namun, bila kita terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, maka kita telah menyerap sebuah energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.

Pohon besar mampu menahan terjangan badai karana memiliki batang dan akar yang kokoh. Belasan tahun diperlukan untuk menunbuhkan dan melatih kekuatan.

Bulan demi bulan, hujan menguatkan jaringan kayunya.

Tahun demi tahun, pohon-pohon besar lain melindungi dari terpaan hujan.

Tak ada hitungan malam untuk mencetak sebongkah batang yang tegar.

Tak ada hitungan siang untuk menumbuhkan akar yang kekar mencengkeram bumi.

Hanya dengan kesabaran kita bisa meraih keberhasilan.

Tumbuhkanlah kesabaran bukan sekedar kecepatan meraih sukses.

Sabar adalah satu kata yang sangat ringan diucapkan, namun sukar untuk dilaksanakan. Setiap orang mampu untuk mengutarakannya. Namun, apakah dia juga kuasa melaksanakannya? Belum tentu. Hal ini masih dibutuhkan pembuktian.

Namun, yang perlu kita perhatikan, bahwa sabar merupakan cara ampuh dalam menghadapi segala permasalahan dengan bijak. Sebaliknya, sikap reaktif memandang suatu permasalahan bisa membuat kita bertindak gegabah, bahkan tidak jarang justru semakin memperkeruh permasalahan.

Kisah Nabi Ya’kub as yang mengatakan “Fa-shabrun jamiil” (maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)), ketika anak-anaknya mengabarkan kehilangan Yusuf dan Bunyamin, bisa kita jadikan teladan. Dengan kesabarannya itu pada akhirnya Allah mengembalikan Nabi Yusuf dan Bunyamin kepada Nabi Ya’kub as.

Kita bisa membayangkan, apa yang terjadi sekiranya Nabi Ya’kub as marah-marah, bahkan mengusir anaknya dari tempat tinggal mereka. Dia tentu akan rugi dua kali. Pertama, dia sudah kehilangan Yusuf dan Bunyamin; Kedua, dia akan bermasalah dengan anak-anaknya yang lain.

Teladan ini lah yang perlu kita contoh dan dijadikan rujukan dalam menghadapi permasalahan. Sejalan dengan itu ada pribahasa Arab yang menyatakan bahwa sabar adalah solusi dari permasalahan: “Ash-Shabru yu’iinu ‘alaa kulli ‘amalin” (Kesabaran itu membantu setiap pekerjaan).