Cerita Inspiratif “Batu Besar Dan Ember Kosong”

Cerita Inspiratif – Ketika pagi hari, seorang dosen yang masuk menuju ruang kelas yang akan memberikan pelajaran kepada para mahasiswanya mengenai Manajemen Waktu. Dengan semangat 45 nya itu, ia berdiri tepat dihadapan para anak didiknya itu sambil mengatakan “Okay.. sekarang waktunya quiz”. Dosen itu mengambil sebuah ember kosong dan ia meletakannya di atas meja. Namun para siswanya merasa sedikit kebingungan dengan tindakan yang sedang di lakukan oleh dosennya. Dosenya itu pun mengambil batu sebesar bola pimpong untuk mengisi ember kosong itu.

Baca juga: 

Kisah Spritual Sri Hartati Sakit Hampir Mati Mengaku Utusan Tuhan Ketika Sudah Sembuh

Cerita Kisah Berjualan Setelah Pulang Sekolah Sampi Tertidur Di Trotoar

Ia terus mengisi ember itu dengan batu itu hingga tak ada lagi ruang yang cukup untuk mengisi batu tersebut. Setelah selesai, ia langsung bertanya pada anak didiknya itu “menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?? semua siswanya menjawab serenatak berkata,”YAA”. Dosen itu pun langsung membalasa jawaban siswanya “Jika di lihat, memanglah batu ini telah terisi penuh”.

Dosen itu pun mengambil kerikil-kerikil kecil, dan dimasukannya kedalam ember yang sebelumnya telah di isi dengan batu sebesar bola pimpong itu. Setelah melakukannya, ia kembali bertanya pada siswanya. “Saat ini apakah ember ini telah penuh?”.

Siswanya pun tak dapat berkata banyak, mereka hanya menjawab “Mungkin tidak”. Mendengar jawaban dari anak didiknya, sang dosen pun mengatakan “Bagus sekali anak-anak ku”. Lalu ia mengambil sekantong pasir dan di masukannya kembali kedalam ember tersebut. Ia kembali bertanya lagi kepada siswanya itu “Apakah ember ini benar-benar sudah penuh?”. Para siswanya pun langsung menjawab dengan kata “belum”.

Sang dosen pun mengambil air dan menyiramkannya pada ember yang berisi batu, kerikil, dan pasir itu. Ia pun kembali bertanya pada siswanya itu, “Tahukah kalian semua para siswa ku, apa maksud dari ilustri yang telah saya lakukan ini?”

Salah satu siswanya itu pun langsung menjawab pertanyaan sang dosen “Maksudnya, adalah tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya”. Namun dosen itu mengatakan bahwa jawaban dari siswanya itu masih kurang tepat. ia mengatakan “maksudnya… kenyataan dari ilustrasi mengajarkan pada kita bahwa bila anda tidak memasukkan “batu besar” terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”

Apa yang dimaksud dengan “BATU BESAR” dalam hidup anda? anak-anak anda, pasangan anda, pendidikan anda, hal-hal yang penting dalam hidup anda, mengajarkan sesuatu pada orang lain,melakukan pekerjaan yang kau cintai, waktu untuk anda sendiri, kesehatan anda, teman anda, atau semua yang berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan “BATU BESAR” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.