Cerita Kisah Nenek Menyapu Jalan, Pemilik Perusahaan

Cerita Kisah Nenek Menyapu Jalan, Pemilik Perusahaan – Dalam kehidupan sekitar kita mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa ada seseorang yang memiliki penampilan sederhana seperti orang yang kurang mampu. Ternyata memiliki ekonomi keuangan yang cukup besar. Dengan penampilannya bisa saja bahwa orang tersebut akan di rendahkan dan di pandang sebelah mata. Namun faktanya ternayat orang tersebut lebih mempunyai kuadarat yang lebih tinggi. Sama seperti cerita ini, kisah nenek menyapu jalan, pemiliki perusahaan.

Baca juga:Kisah Motivasi Seorang Pak Tua

Seorang wanita yang berusia 40 tahun, yang baru saja menjadi direktur di sebuah perusaahan yang membawa putranya untuk datang ke kantor. Setelah tiba di kantoe perusahaan, ibu dan anaknya itu pergi untuk sarapan pagi bersama.

Setelah selesai makan, putranya sengaja membuag sampah plastik bekas di lantai, namun datang seorang nenek dengan membawa sapunya datang dan nenek itu menyapu bersih sampahnya. wanita yang baru saja mendapatkan jabatan direktur tersebut, melihat nenek itu menyapu dengan menggunakan pakaian biasa “Wajah udah keriput bukanya pensiun, malah jadi tukan sapu” kata wanita tersebut.

Karna itulah dengan senyum sinisnya dia bilang ke putranya,”Nak, sudah gede ntar rajin belajar ya, jangan jadi kayak dia lihat tuh, udah tua tapi masih ngambil sampah”

Putranya yang masih saja belum mengetahu apa-apa hanya diam dan menganggukkan kepalanya. Nenek ini melihat kesombongan wanita ini, dia bertanya,”Mohon maaf, numpang nanya, kamu siapa ya di perusahaan ini?”

Dengan angkuhnya dia menajwab,”Aku direktur baru di sini… Emang kenapa?” Nenek ini hanya angguk kepala tidak menjawab perkataan wanita tersebut.

Dari jauh datang seorang pria dengan jas rapi, menghampiri nenek ini. “Ibu CEO, rapat sebentar lagi akan berjalan, silahkan masuk ke ruangan bu.” Nenek ini langsung membuka pakaian lusuhnya, dan terlihat baju dan jas rapi di balik jaketnya yang lusuh, ternyata dia adalah pendiri perusahaan ini,

tanpa mengubah ekspresinya, dia berkata ke pria itu,”Mas, tolong ya cabut jabatan wanita sombong ini, kita gak perlu orang sombong seperti dia di perusahaan kita, bisa berabe ntar.” Pria itu pun mencatat nomor pekerja wanita ini dan di hari itu dia dipecat.

Wanita ini tidak bisa menjawab apa-apa, dan hanya diam seperti orang bodoh, Nenek CEO ini berkata ke anaknya,”Aku memecat mamamu, berharap kamu mengerti, menjadi orang besar bukan ditentukan dengan kepintaran orang itu, tetapi bagaimana kita, orang besar, mampu menghargai orang-orang yang rendah di bawah dan membantu mereka.”