Cerita Motivasi Tentang Amarah

Cerita Motivasi Pisau dan Pohon – Pentingnya mengendalikan amarah yang bergejolak dalam diri kita yang digambarkan dengan salah satu kisah inspiratif dengan judul ‘Pisau dan Pohon’. Terdapat seorang anak muda yang bertempramental buruk namanya adalah All. Kerap kali membentak istrinya terus menerus, Setiap kali ada masalah yang menurutnya tidak benar meskipun itu merupakan masalah kecil istrinya kerap kali menjadi sasaran amukan amarahnya. Suatu hari ayahnya mendapati keributan yang terjadi di rumah anak itu. Kemudian beliaupun memanggil dan menagajak All ke suatu tempat, rupanya mereka tiba di suatu pohon besar dipinggir danau. Si ayah menyerahkan sebilah piasu dan menyuruh anaknya melemparkan pisau tersebut ke batang pohon dihadapan mereka. “Untuk apa….???”tanya si ALL, “Lakukan Saja” perintah ayah. Dengan acuh tak acuh All melaksanakan perintah itu. Dilemparkannya pisau kearah pohon tersebut. Pisau itu hanya membentur batang pohon dan terjatuh ke tanah. “Ayah, jika engkau mengharapkan aku mampu melempar pisau hingga menembus kulit pohon itu, engkau sama saja dengan bermimpi. Seandainyapun aku ahli dalam melempar piasu, tapi tidak bisakah kau lihat betapa tebalnya kulit pohon ini….? itu hal yang mustahil aku lakukan.

Sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan All itu, ayahnya kembali menyuruh dia mengulangi melempar piasu. Berulangkali ALl mencoba melempar piasu tersebut, pada awalnya ia kembali gagal.. gagal dan gagal terus menerus, tetapi sekali , duakali ia akhirnya berhasis menancapkan piasu dibatang pohon yang besar tersebut meskipun tidak begitu dalam. Namun sang ayah masi belum puas, beliasu masih meminta All untuk melanjutkan aksinya. Sementara All yang mulai kehilangan kesabaran akhirnya tidak tahan lagi. ” Hey, orang tua. Aku tidak peduli apabila dirimu adalah ayahku. Tapi aku sama sekali tidak mengerti dengan keinginanmu, apa pentingnya pisau dan pohon ini hingga aku harus menghabiskan waktuku di tempat ini..??” ” Dasar anak muda jaman sekarang, melakukan hal sekecil ini saja tidak becus. Berhentilah menjadi sok jagoan jika melempar piasu saja tidak kau tak mampu.” tegur ayahnya dengan suara lantang sembari mencabut piasu yang masi tertancap. All Benar-benar tidak tahan lagi mengontrol emosinya. ” Berikan piasu itu, akan ku buktikan betapa hebatnya aku. Tak ada hal yang tak bisa aku lakukan…!!” sentaknya marah dan kemudian dengan penuh amarah dilemparkannya kembali piasu tersebut. Kali ini tidak diragukan lagi pisau itu menghujam batang pohon begitu dalam.” Kau lihat itu..!! “serunya menatap lelaki tua di hadapannya dengan tatapan menantang.” Aku bisa melakukannya…!!”.

Orang tua itu hanya tersenyum, sembari berjalan mendekati pohon itu ia berujar pelan,” Kau benar, anakku, kau bisa melakukannya.” , dengan mengeluarkan tenaga yang besar dicabutnya piasu dari pohon yang ternyata benar-benar tertancap kuat, ” Dengan luapan emosi seperti itu apapun bosa kau hancurkan anakku..”, ” Kemari lihatlah ini..” panggilnya. All yang mulai bisa mengatur emosinya kini hanya terdiam bingung sembari mendekati ayahnya. ” Apakah kau dapat melihat lubang yang ditimbulkan oleh pisau ini..?” “Dapatkah kau melihat dalamnya kerusakan yang diakibatkan piasu lemparanmu ini dikala engkau sendang marah…???” “Apakah menurutmu pohon ini akan kembali seperti sedia kala??”, “Kurang lebih seperti itulah bekas yang akan kau tinggalkan setiap kali engkau mengambil sebuah tindakan untuk melampiaskan amarahmu. Tidak akan menjadi masalah jika engkau melampiaskan pada masalah yang mengakibatkan amarah mu muncul, bila untuk mencari jalan keluar dalam mengatasinya. Namun pernakah kau berpikir luka seperti apa yang akan kau berikan apabila kau bisa melampiaskan setiap amarahmu kepada seseorang..?? Seseorang yang mempunyai hati dan perasaan.” “Kata maaf mungkin bisah menyembuhkkannya, tapi takan pernah bisa menyembuhkannya, tapi takan pernah bisa menghapus bekas luka yang telah ditimbulkannya..!!”

Author: Admin