Certi Kisah “Penuh Perjuangan”

Certi Kisah – Cerita ini berawal dari seorang anak laki-laki yang bernama Deni, ia merupakan anak kedua dari ketiga bersaudaranya. Saat ini Deni masih duduk di kelas 2 SMP. Jarak sekolahnya dari rumah sekitar satu kilometer dan harus masuk lagi kedalam gang besar, setiap paginya ia berangkat sekolah dengan menggunakan becak agar ia tak terlambat untuk kesekolah. Setiap ia ingin berangkat sekolah, ibunya tak pernah lupa memberikannya uang jajan sebanyak 7 ribu untuk sang putra kesayanga.

Baca juga: 

Kisah Cerita Bob Sabino Dikira Tukan Sampah Di Gedung Kantornya

Kisah Beruang Liar

Uang jajannya itu pun di pakai Deni untuk berangkat ke sekolah, agar ia tak terlambat masuk kedalam kelas. Sesampainya di sekolah, Deni harus membayar uang becak tersebut dengan harga 4 ribu. Meskipun ia masih memiliki sisa uang sebanyak 3 ribu, Deni tak pernah menjajakan uangnya itu. Karna ia sadar, bahwa uang itu dapat di simpannya untuk membeli sesuatu yang di inginkannya.

Tepat pada pukul 12 siang hari, saatnya jadwal bagi Deni dan teman-temannya untuk pulang kerumah, dengan uang yang sebesar 3 ribu itu, jika Deni ingin pulang dengan cepat. Ia harus berjalan keluar dari gang sekolahnya agar ia dapat menghemat uang jajannya itu. Deni harus menempuh jarak sekitar 350 meter untuk keluar dari gang sekolahnya itu menuju kota, agar ia bisa menaiki angkutan umum. Biaya angkutan umum yang di naikinya itu pun cukup murah, hanya seribu jika ingin kerumahnya.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya angkutan umum itu lewat tepat di depannya. Tak ingin ketinggalan, Deni pun langsung memanggil angkutan umum itu agar angkutan berhenti, dan Deni pun langsung menaiki angkutan umum itu. Sampai di rumah, ia langsung bergegas untuk mengganti bajunya dan pergi. Bukan seperti anak lainnya yang sepulang sekolah pergi bermain, Deni justru pergi menuju rumah bibinya untuk bekerja.

Deni telah 2 minggu bekerja di toko bibinya, toko yang di buka bibinya adalah toko perabot. Setiap harinya Deni harus mengeluarkan seluruh tenaganya itu ketika ada orang yang belanja perabotan di toko bibinya itu. Ia harus mengangakat perabotan itu dengan rekan kerja lainnya agar dapat di naikan ke atas mobil.

Setelah perabotan berhasil di letakan di atas mobil, ia dan rekan kerjanya pergi menuju rumah orang yang berbelanja perabotan di toko bibinya itu. Sesampai di tempat pemiliki perabotan itu, Deni pun harus mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menurunkan perabotan itu dari mobil dengan berhati-hati.

Setelah tuganya selesai, ia dan rekan kerjanya itu kembali menuju toko bibinya. Jam menunjukan pukul 6 sore, waktunya bagi Deni dan rekan kerjanya itu untuk pulang kerumah. Setiap harinya Deni mendapatkan gaji sebesar 20 ribu dari bibinya. Beruntung rumah Deni dengan bibinya tak jauh, jadi ia dapat menghemat dan menabung gajinya itu dengan cara berjalan kaki kerumah.

Setiap hari itu lah pekerjaan yang di lakukan oleh Deni, ketika suatu hari. Ibunya berulang tahun, Deni sangat ingin melihat ibunya merasa bahagia di hari ulang tahunnya itu. Deni pun langsung mengambil uang tabungannya dan membelikan pakaian pada ibunya, hal itu di lakukan oleh Deni sebagai tanda bahwa pakaian itu meruapakan hadiah ulang tahun darinya.

Hikmah dari cerita di atas:

Sesulit apa pun yang anda hadapi saat ini, anda harus tetap tegar melewati hal itu. Teruslah berusaha dengan cara yang benar jika anda ingin mendapatkan sesuatu yang di inginkan. Karna semua yang ingin di dapat perlu berusaha dengan hal yang benar, dengan begitu, jalan anda menuju keinginan itu tentunya bisa anda dapatkan tanpa hal buruk menyertainya.