Indigo dan Petak Umpet

Oki Yang Selalu Menghindari Permainan Petak Umpat

Saat itu usiaku masih 8 tahun, sepulang sekolah Aku langsung pergi bermain. Ditempat biasa sudah berkumpul teman-teman seusiaku dari teman laki-laki dan perempuan, biasanya kami memainkan beberapa permainan.

Saat itu kami bermain kejar-kejaran, setelah di rasa sedikit bosan kami berganti bermain petak umpet. Petak umpet adalah permainan favoritku karena Aku merasa selalu bisa mencari tempat-tempat bagus untuk bersembunyi tetapi saat itu ada temanku sebut saja Oki, dia tidak ikut bermain. Saat itu Aku bersembunyi di sudut luar rumah tetangga dibalik tumpukan kayu, teman-teman yang lain ada yang bersembunyi dibalik pepohonan pisang, dibelakang mobil bekas milik tetangga, di sudut pagar dibalik tanaman dan di tempat tersembunyi lainnya. Kami puas bermain hari itu. Keesokan harinya Aku agak terlambat pergi bermain, sesampainya di tempat biasa teman-teman sedang bermain petak umpet. Langsung saja Aku segera bergabung dalam permainan, kulihat Oki sedang duduk melihat kami bermain.

Setelah sedikit bosan kami mengganti permainan, anak laki-laki bermain sepak bola sedangkan anak perempuan bermain lompat tali. Saat bermain sepak bola Oki ikut bergabung. Besoknya lagi saat bermain petak umpet Oki tidak ikut dan setelah mengganti permainan Oki ikut bergabung. Pernah sekilas terfikirkan olehku apa alasan Oki tidak ikut bermain petak umpet, namun tak pernah kutanyakan karena hanya sekilas dipikiran saja. Aku juga tak ingat sejak kapan Oki tidak ikut bermain dalam permainan petak umpet.

Beberapa tahun telah berlalu, saat itu kami sudah beranjak remaja. Kami sudah tidak pernah bermain seperti dulu lagi. Waktu itu Aku tak sengaja bertemu Oki di Bus saat pulang sekolah, kamipun mengobrol banyak karena memang kami jarang ada kesempatan untuk ngobrol. Lama kelamaan obrolan kami mengarah ke masa waktu kami masih SD dulu dan terlintas dipikiranku ingatan saat kami bermain petak umpet yang di mana Oki selalu tidak ikut serta dalam permainan tersebut. Spontan saja kutanyakan langsung pada Oki, jawabannya tak terduga. Dia mengatakan padaku bahwa dia adalah seorang indigo, obrolan kami berlangsung saat kami turun dari Bus dan berjalan menuju rumah. Oki menceritakan bahwa sejak kecil dia bisa melihat makhluk atau sosok-sosok yang tidak bisa kulihat.

Saat perjalanan menuju rumah kami mampir duduk sebentar di sekitar area tempat bermain dulu, terlihat di tempat ini terdapat anak-anak sedang bermain. Akupun menanyakan apa hubungan indigo dengan petak umpet sehingga dia dulu selalu absen dalam permainan petak umpet, diapun tersenyum. Oki menceritakan kenapa dia selalu absen dalam permainan petak umpet karena dia melihat makhluk tak kasat mata di setiap tempat persembunyian anak-anak dulu termasuk tempat persembunyianku. Oki mengatakan saat SD dulu dia masih takut saat melihat makhluk-makhluk tersebut apalagi harus bersembunyi di tempat dimana makhluk-makhluk itu berada saat bermain petak umpet. Okipun menceritakan secara datail makhluk atau sosok-sosok yang tak bisa kulihat di setiap tempat persembunyian semasa kami SD dulu, dari sosok pocong yang berada di pepohonan pisang sampai sosok manusia tak utuh di bawah mobil bekas milik tetangga dan sosok-sosok di tempat persembunyian lainya termasuk tempat persembunyian favoritku dulu. Cukup seram mendengar ceritanya tapi karena saat itu siang hari jadi tak membuatku takut mendengar ceritanya. Aku pun iseng bertanya pada Oki, “Apa di tempat persembunyian favoritku dulu masih ada mahkluk seramnya sampai sekarang?”. “Masih, disudut luar rumah itu dibelakang tumpukan kayu ada sosok nenek-nenek tua berlengan panjang yang sedang melambai ke arah kita sekarang” jawab Oki. Setelah mengdengar jawabannya Aku mulai merasa takut sekarang.

Baca Juga :