Kasih Seorang Kakak Kepada Adiknya

Kasih Seorang Kakak – Ben adalah pendeta miskin yang memiliki kakak kaya raya. Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual aset nya di texas yaitu sebuah padang rumput yang luas, ketika itu harganya sangat tinggi. kakak Ben menjadi kayaraya, lalu menanam saham pada perusahaan besar dan mamperoleh untung besar. Sekarang ia tinggal di apartemen mewah di newyork dan memiliki sebuah kantor wallstreet.

Seminggu sebelum Natal, sang kakak menghadiahi Ben sebuah mobil mewah dan mengkilap. Suatu pagi, seorang anak gelandangan menatap mobil Ben dengan penuh kekaguman.

“Hai nak” sapa Ben.

“Apakah ini mobil tuan?”, Anak itu melihat Ben dan bertanya.

“ya,” jawab Ben singkat

“Berapa harganya tuan?” tanyanya.

“Sesungguhnya aku tidak tau berapa harganya, ini adalah hadia pemberian kaka saya”

Mendengar jawaban itu, mata anak itu terbelalak dan bergumam,

“Seandainya… Seandainya..”

Ben mengira dia tahu persis apa yang diharapkan anak kecil itu,

“Anak ini pasti berharap memiliki kaka yang sama seperti kakaku”. Ternyata Ben salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya:

“Seandainya saya bisa menjadi kakak seperti itu ..” Ben terheran-heran, kemudian mengajak anak itu berkeliling dengan mobil barunya.

Anak itu tak henti-hentinya memuji keindahan mobil Ben. sampai suatu saat anak berkata,

“Tuan, apa anda bersedia mampir ke rumah saya? Letaknya hanya beberapa blok dari sini”, pintanya.

Ben pun mengira pasti dia akan memamerkan pada teman-temannya bahwa dia sedang naik mobil mewah

“ok, mengapa tidak”, pikir Ben saat menuju kerumah anak itu. Saat tiba disudut jalan, si anak gelandangan memohon pada Ben untuk berhenti senjenak,

” Tuan, bersediakah menunggu sebentar? Saya segerah kembali”, kata anak itu sambil berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.

Setelah menunggu hampir 10 menit, Ben mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobil dan menatap rumah reot itu. Saat itu ia mendengar langkah kaki pelan. Kemudian, tampak anak gelandangan itu menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di dekat mobil Ben, anak itu berkata kepada adiknya:

“Lihat.. seperti kaka bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak dari tuan ini menghadiakannya mobil ini. Suatu saat nanti, kakak berjanji akan membelikan mobil seperti ini untukmu”.

Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.