Kepintaran Si Bodoh

Cerita Inspiratif – Saat di pagi hari, ada seorang pengusaha yang ingin pergi menuju ketempat tukang cukur rambut ingin memngubah tampilan gaya rambutnya menjadi lebih keren. Beruntung jarak antara kantornya dan tempat tukar cukur itu tak begitu jauh. Sesampainya ia di sana, sang pengusaha itu pun langsung duduk di kursi yang telah di sediakan oleh sang tukang cukur.

Baca juga: Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

Pada saat si tukang cukur ingin memulai memotong rambut pengusaha itu, mereka melihat ada seorang anak kecil yang berusia 10 tahun sedang asik berlari dan sambil melompat-lompat di depan tempat tukang cukur itu berada. Tukang cukur berkata, “Itu Benu, dia anak paling bodoh yang pernah saya kenal”

Dengan sedikit merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh tukang cukur itu, si pengusaha itu pun menjawab perkataan dari si tukang cukur tersebut “Aah, masak iya si?”.

Lalu tukang cukur memanggil si Benu, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.2.000 dan koin Rp.1.000, lalu menyuruh Benu memilih, “Benu, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo ambil!”

Benu melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp.2.000 dan Rp.1.000, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp.1.000.

Tukang cukur dengan perasaan bangga lalu melirik dan berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, “Benar kan yang saya katakan tadi, Benu itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya ngetes dia seperti itu tadi dan dia selalu mengambil uang logam yang nilainya lebih kecil.”

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Benu. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Benu dan bertanya, “Benu, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp.2.000 dan Rp.1.000, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp.1.000, kenapa tak ambil yang Rp.2.000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp.1.000?”

Benu pun tertawa kecil berkata, “Saya tidak akan dapat lagi Rp.1.000 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp.2.000, berarti permainannya selesai dan kapan lagi saya dapat uang jajan gratis setiap hari…”

Catatan yang dapat di ambil dari cerita ini merupakan: Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain. Di atas langit masih ada langit yang lain.