Kisah Inspiratif “Ketika Yaya Mencari Pekerjaan”

Kisah Inspiratif “Ketika Yaya Mencari Pekerjaan” – Mungkin anda pernah kesulitan dalam mencari pekerjaan, bekerja merupakan kegiatan yang sangat penting untuk setiap orang. Tanpa bekerja maka tidak akan anda mendaptkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari setiap orang. Namun dalam bekerja kita sering terjebak dalam kondisi yang terlihat indah, namun belum tentu indah jika di nikmati. Dalam berja pasti akan merasakan pahit manisnya pekerjaan. Hidup itu tidak terlepas dari sebuah pelajaran, dalam kondisi apa pun manusia memlaluinya meski dengan jalan tempuh yang berbeda-beda. Keputusan untuk mendapatkan pembelajaran yang terbaik adalah hak setiap orang.

Baca juga: 

Kisah Tukang Sapu Menjadi Pengusaha Sukses

Yaya yang kebetulan pada saat itu lulus kuliah dari Unissula Semarang & menyandang gelar sebagai Sarjana Pendidikan Islam, bermaksud mencari pekerjaan yang layak di Semarang. Background pendidikan yang disandangnya seharusnya membuatnya melamar menjadi guru di sekolah, atau paling tidak menjadi staff akademisi. Tapi pilihan itu tidak diambilnya, melihat peluang menjadi guru di Kota Semarang sangat minim, apalagi bagi lulusan yang belum memiliki pengalaman sama sekali.

Secara tidak sengaja, Yaya bertemu dengan Kakak kelasnya yang bekerja di Astra Daihatsu Semarang. Dari temannya itu ia kemudian mendapat informasi bahwa ada perusahaan di daerah Pedurungan yang membutuhkan karyawan, tepatnya untuk mengisi jabatan sebagai sekretaris.

Berbekal alamat dan no hp, Yaya dengan semangat berangkat menuju ke perusahaan yang dimaksud untuk memberikan surat lamaran pekerjaan. Sudah sampai di daerah pedurungan, Yaya mencoba menebak, mungkin di gang ini adalah tempat yang dimaksud karena rumahnya besar-besar. Pikir Yaya bahwa seorang Pengusaha pasti Rumahnya besar, ramai, dan ada mobil di depannya. Melihat alamat yang ia pegang, dari timur ke barat mondar mondir ia tidak juga ketemu dengan rumah Bp. Bawika.

Ia mencoba bertanya kepada orang yang ada di pinggir jalan. “Bu, nyuwun sewu. Ngertos dalemnya Pak Bawika?”

“Bawika???, wuah mboten ngertos niku. Cobi ke gang sebelah”. Jawab Ibu yang kelihatannya juga belum yakin atas ucapannya.

Karena tak kunjung ketemu, Yaya memberanikan diri langsung menghubungi no hp Bawika. Dan benar, rumah Bawika tepat berada di gang sebelahnya. Yaya bergegas kesana dan sampai juga ia di depan rumah Bawika.

“Kecil sekaliiiiii, masak ini perusahaannya???”, gumam Yaya dalam hati.

Di rumah itu ia temui beberapa orang laki-laki yang sedang mengelas besi. Salah satu dari mereka menghampiri Yaya dan ternyata dia adalah Bawika.
Yaya bertambah heran, “masak ini bosnya???”

Bawika kemudian memintanya untuk menuju ke kantor yang ada di belakang. Melewati lorong yang cukup sempit, jalan yang hanya cukup dilewati satu unit motor. Ternyata ada sebuah ruangan kusus yang sudah disediakan oleh Bawika untuk calon-calon karyawan Back ofice. Yaya adalah kandidat pertama yang Bawika panggil meski banyak pelamar yang berkasnya sudah masuk.

Memasuki ruangan berukuran 6 X 8 meter, hanya ada 1 meja dan 1 komputer tepat di pojok ruangan, atap yang masih menggunakan bambu sebagai penyangga. Perasaan Yaya bertambah tidak karuan. Ragu bercampur heran.
Muncul lagi pertanyaan Yaya dalam hati, “Masak begini kantornya???”

Kemudian mulailah Bawika melakukan wawancara. Menurut Yaya ini aneh, ia langsung diwawancara oleh bos perusahaan yang dengan santainya masih menggunakan kaos dan celana pendek. Mulailah Bawika bertanya mengenai motivasi bekerja, bakat, minat, dll. Bawika juga menanyakan berapa jumlah gaji yang diinginkan. Terakhir, sebuah kalimat yang terlontar dari mulut Bawika, “saya tidak butuh orang-orang pintar, yang saya butuhkan adalah orang-orang yang mau belajar dan siap untuk dikembangkan. Biarpun perusahaan saya kecil, saya akan memulainya dengan pondasi yang kuat”.

3 hari setelah wawancara, Yaya mendapat jawaban dari Bawika bahwa ia diterima bekerja. Mulai tanggal 6 Juni 2013 Yaya menjadi Karyawan perdana di back ofice CV. Mansgroup dengan jabatan pertamanya, “Admin Counter”. Kalimat pertama yang ia dengarkan dari seorang bos bernama Bawika “biarpun badan kamu kecil, saya akan menjadikanmu kecil-kecil cabe rawit.”