Kisah Kesetian Dari Gajah

Kisah Kesetian Dari Gajah – Setiap mahluk hidup hidup pastinya memiliki perasaan, salah satunya manusia yang merupakan mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Sebagai mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, kita sebagai manusia harus memiliki jalan pikiran yang benar dan hati yang baik terhadap sesama. Jika mendengar tentang hati, pastinya berhubungan juga dengan cinta dan perasaan kepada seseorang yang kita sayangi. Dengan kata Cinta pastinya juga berhubungan dengan kesetiaan yang sempurna, seperti cerita kisah dari kesetiaan gajah.

Baca juga: 

Seekor Gajah di Afrika, mendatangi mayat Gajah lain dengan wajah sendu dan langkah lemas. Gajah tidak bisa berbicara dan tidak bisa juga berpikir seperti manusia. Namun mereka bisa merasakan betapa berat kehilangan teman dan ketika harus memulai hidup lagi sendirian.

Gajah ini menunggui mayat temannya yang sudah siap disantap oleh hewan-hewan buas seperti Hyena dan Burung pemakan bangkai. Tidak hanya itu saja, mayat Gajah ini juga sudah diincar oleh orang-orang yang akan mengambil gadingnya. Tahukah anda gaes, cara mengambil gading Gajah itu sangat brutal bahkan membuat kepala Gajah putus.

Tidak ingin mayat temannya dimakan oleh hewan lain atau diambil gadingnya, Gajah yang masih hidup itu menunggui mayat Gajah yang mati itu. Dia mengelus mayat Gajah dengan belalainya. Tidak terasa, air mata Gajah ini menetes. Gajah bisa mengeluarkan air mata seperti manusia saat sedang sedih dan gundah.

Gajah ini tidak beranjak pergi, tetap menunggui mayat temannya hingga petugas safari Bostwana mengevakuasi dan menguburkan Gajah yang telah mati ini. Gajah yang masih hidup itu kembali melangkah sendirian, karena di daerah safari itu hanya dirinyalah Gajah yang tersisa. Ada rasa kehilangan yang menyeruak, namun Gajah tidak bisa berbicara.

Berhari-hari Gajah ini tak mau makan walau sudah disediakan oleh petugas Safari. Puluhan burung pemakan bangkai dan Hyena ‘menunggu’ untuk memangsa Gajah yang sudah mati. Gajah betina yang masih hidup itu menjaga mayat temannya hingga dikuburkan dengan layak.