Kisah Pengalaman Spritual Dari Balik Jeruji Besi

Kisah Pengalaman Spritual Dari Balik Jeruji Besi – Jika terkena masalah maka di situ lah titik seseorang untuk melakuka pertobatan. Seperti kisah dari seorang tahanan Polres Bekasi Kota dengan tahanan yang bernama Krisna Putra berusia 34 tahun. Setelah ia terjatuh dari kamar mandi, ia memutuskan untuk meniatkan diri agar bertobat. Bukan hanya terjatuh biasa di dalam kamar mandi, hal tersebut membuatnya sampai tidak sadarkan diri dan di rawat di rumah sakit, hal tersebut membuat Krisna memilih untuk memeluk agama islam.

Baca juga:
Kisah Mencari Kebahagiaan

“Krisna berniat masuk Islam karena pada awalnya dia jatuh di kamar mandi tahanan dan di larikan ke RSU dan saat itu tidak ada satupun keluarga yang menengoknya. Kemudian seringkali dia juga mendengar adzan dan batinnya merasa tenang jika adzan berkumandang,” jelas Kasubag Humas Polres Bekasi Kota Iptu Puji Astuti.
Puji mengatakan, Krisna memang sejak 2 pekan lalu sudah menyampaikan niatnya untuk menjadi mualaf kepada teman satu tahanannya. Krisna sering melihat temannya salat dan mengaji di dalam tahanan.

“Saat itu dia berpikir dengar adzan dan melihat orang salat itu kok merasa tenang,” imbuhnya. Niat Krisna semakin kuat ketika ia terjatuh di kamar mandi tahanan. Ia tidak sempat tidak sadarkan diri dan dirawat beberapa hari di rumah sakit setelah kecelakaan itu. “Waktu dirawat itu dia mendengar bisikan untuk masuk Islam,” lanjutnya.

Setelah kembali dari rumah sakit, Krisna kemudian menyampaikan niatnya menjadi mualaf. Ia kemudian meminta kepada Kasat Tahanan dan Titipan Barang Bukti (Tahti) Polres Bekasi Kota AKP Tugimin untuk memfasilitasinya menjadi mualaf.

Tepat dibhari Jumat pukul 09.00 WIB, Krisna mengucapkan kalimat syahadat sambil meneteskan air mata, yang dituntun oleh Ustadz Amir Hamzah. Ritual keagamaan itu disaksikan oleh 2 orang tahanan dan AKP Tugimin.

“Dia mengucapkan kalimat syahadat dengan lancar karena sebelumnya juga sudah belajar. Dan tadi juga langsung ikut salat Jumat,” ucapnya. Krishna adalah gahanan kasus penganiayaan anak pacarnya yang berusia 3 tahun. Ia ditahan sejak pertengahan Maret 2016 lalu.

Atas perbuatannya itu, Krisna dikenakan pasal 80 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak hukuman dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Soal kasusnya itu, Krisna awalnya berkenalan dengan seorang perempuan bernama Tri Talu Kurniawati asal Semarang, seorang janda beranak satu. Korban yang merupakan guru untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu mengenal Krisna lewat Facebook.

Setelah 5 hari perkenalan, Sri dan Krisna bertemu di kosannya di Pengasinan, Bekasi. Karena anak Sri rewel terus kemudian memubuat Krisna emosi hingga memukul anaknya. Sri kemudian melaporkannya ke polisi.

Krisna juga bukan pertama kali masuk penjara. Pada September 2015 lalu, dia baru keluar dari LP di Semarang karena tersangkut kasus pemerasan. Ia kemudian ditahan selama 9 bulan penjara.

Masa lalunya, Krisna adalah seorang DJ di sebuah diskotik di Jakarta. Bahkan menurut pengakuan Krisna kepada polisi, dia sudah tidak diterima lagi oleh orangtuanya. “Setelah masuk Islam, dia bertekad untuk kembali ke jalan yang benar. Dia juga akan berbakti kepada orangtuanya meski sudah diterima lagi,” tutupnya.