Kisah Yang Tersisa Dari Tembok Berlin

Kisah Yang Tersisa Dari Tembok Berlin – Pada tahun 1950-an terjadi perselisihan antar Berlin Timur dengan Berlin Barat. Kedua negara tersebut di pisahkan oleh sebuah tembok raksasa yang sangat panjang, tembok itu di bangun oleh pihak Berlin Timur, Jerman Timur yang di sokong oleh Uni Sovyet. Tembok berlin itu didirikan pada tanggal 13 Agustus 1961 oleh pemerintahan komunis Jerman Timur yang berada di bawah pimpinan Walter Ulbricht.

Baca juga: 

Sungguh jauh berbeda kehidupan antara kedu Berlin tersebut. Dimana Berlin Timur sangatlah miskin dan sangat jauh tertinggal dengan dunia ekonomi. Berbeda dengan Berlin Barat yang sangat makmur dan kaya akan ekonomi.

Kehidupan Berlin Barat yang demikian maju, rupanya menimbulkan iri hati mendalam dan kebencian penduduk Berlin Timur.Ada disparitas jurang kesejahteraan yang sangat jomplang, bak bumi dengan langit.

Suatu hari warga Berlin Timur mengumpulkan tumpukan sampah, lalu dengan sengaja dibuang ke Berlin Barat dengan cara melemparkannya melewati tembok setinggi 3 meter berkawat duri yang menjadi pemisah kedua kota kembar itu.

Hal itu sengaja mereka lakukan juga dimaksudkan sebagai supaya provokasi untuk memancing kemarahan warga Berlin Barat. Dengan cara ‘sederhana’ itu, mereka ingin memantik chaos (keributan) guna memperuncing konflik Blok Timur Rusia cs dengan blok Barat Amerika cs.

Tapi, penduduk Berlin Barat ternyata tidak marah walaupun pada awalnya kaget melihat sampah-sampah busuk itu bertebaran di dekat tembok wilayah mereka. Reaksi warga Berlin Barat sungguh di luar dugaan pihak Berlin Timur.

Warga Berlin Barat tidak membalas dengan melakukan hal yang sama dengan melempar balik sampah-sampah itu ke Berlin Timur.

Mereka justru mengumpulkan sejumlah makanan yang lezat lalu dilemparkan balik ke Berlin Timur dengan sebuah tulisan: “Terima kasih atas pemberiannya. Kami hanya bisa memberi apa yang kami miliki. Semoga bisa bermanfaat bagi kalian, saudara-saudaraku sebangsa.”

Akibatnya, sungguh luar biasa!

Penduduk Berlin Timur akhirnya merasa sangat malu karena setelah mereka melempari sampah ke seberang tembok, malah dikembalikan dalam bentuk makanan serta masih menganggap mereka saudara sebangsa.

Semenjak saat itu, tak ada lagi sampah dan kotoran yang dibuang warga Berlin Timur ke Berlin Barat. Mereka takluk oleh kebaikan dan kebajikan warga Berlin Barat (Tembok Berlin akhirnya diruntuhkan pada tanggal 9 November 1989).

“Kebencian tidak akan berakhir apabila dibalas dengan kebencian. Kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih.”