Kue Buatan Tuhan

Kue Buatan Tuhan

Terkadang kita sering bertanya-tanya, “Apa yang telah saya lakukan sehingga saya layak untuk mengalami semua ini?” atau “Mengapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi dalam hidupku?” Berikut adalah penjelasan yang indah yang diceritakan lewat analogi kecil sebuah percakapan ibu dengan anaknya!

Seorang anak perempuan memberitahu ibunya kalau dia merasa bahwa segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai yang jelek dalam pelajaran matematika, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pergi meninggalkannya untuk pindah ke luar kota.

Pada saat itu ibunya sedang membuat sebuah kue, lalu menawarkan kepada anaknya, apakah dia mau untuk mencicipi kue buatannya, Si anak dengan senang hati berkata, “Tentu saja Maa, Aku sangat menyukai kue buatanmu.”

“Oke, kalau begitu nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan dengan tersenyum.

“Isshhh,” ujar anaknya.

“Bagaimana kalau telur mentah? Mau?”

“Mama, jangan bercanda dong.”

“Mau coba tepung terigu atau baking soda?”

“Mama, tidak mungkin aku memakan itu semua, itu menjijikkan.”

Sang Ibu kemudian berkata, “Betul, semua ini memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Namun, kalau kita mencampurnya menjadi satu melalui suatu proses yang benar, maka akan menjadi kue yang enak.”

Nah, Tuhan pun bekerja dengan cara yang demikian. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.

Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga di setiap musim semi, sinar matahari di setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia selalu ada saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.