Melawan Diri Sendiri

Melawan Diri Sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.

Pemenang Sejati bukanlah orang yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan yang mampu mengalahkan diri sendiri. Mungkin saja kalimat bijak ini oleh kebanyakan orang sudah dianggap out of date atau kadaluarsa, tetapi bagi kita yang menyadari dan memahami makna dan arti kemenangan yang sesungguhnya, the wisdom words ini tetap saja up to date untuk dijadikan pedoman hidup.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.

Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang.

Sudah teramat banyak contoh hidup, betapa kemenangan yang diperoleh dengan segala upaya untuk memenangkan pertarungan guna mendapatkan kursi di pemerintahan hanya dirasakan manisnya dalam waktu singkat.

Karena orang yang sudah sukses mengalahkan lawan lawannya, ternyata tidak mampu mengalahkan dirinya sendiri, yakni tergoda untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya. Hal ini membuktikan bahwa Pemenang sejati adalah ketika orang mampu mengalahkan dirinya sendiri.

Rasa sakit akibat kekalahan melawan diri sendiri akan dirasakan dalam waktu yang lama, bukan hanya dalam hitungan bulan, mungkin saja bertahun-tahun di dalam penjara. Di sana baru merasakan diri betapa hina menjadi pelaku kejahatan, dengan jalan memperkaya diri sendiri dan menghalalkan segala cara.

Jalan untuk dapat mempertahankan diri terhadap godaan adalah selalu bersikap rendah hati, Memahami bahwa diri kita bukan malaikat, tapi manusia biasa yang gampang dan rapuh terhadap berbagai godaan. Prinsip ini akan menjadi alarm bagi kita untuk selalu waspada terhadap diri sendiri. Dan tidak termakan oleh berbagai godaan.