Memotong Satu 1 Inchi

Cerita Kisah – Cerita ini berawal dari seorang pemuda yang bernama Awong, ketika menjelang siang hari Awong permisi dengan ibunya bahwa ia ingin pergi kepasar “Ibu aku pergi kepasar ya bu”. Tujuan Awong kepasar tak lain untuk membeli sebuah celana panjang yang akan di gunakannya pada malam tahun baru. Sesampainya di pasar, Awong berkeliling dan terus mencari tokoh baju yang menjual celana pas dengan sesuai seleranya. Akhirnya ia berhasil menemukan celananya itu, tanpa banyak basah basih lagi ia segera membayar harga dari celana yang telah di belinya itu dan bergegas meninggalkan toko tersebut. Namun kesalahan Awong pada saat itu adalah ia tak mencoba celana yang di belinya apakah muat ataupun kebesaran.

Baca juga: Kisah Yang Tersisa Dari Tembok Berlin

Sesampainya di rumah, Awong langsung mencoba celana yang baru saja di belinya itu, dan ternyata celana yang barusan saja di belih olehnya sedikit kepanjangan. Lantas Awong pun langsung menemui ibunya untuk meminta pertolongan agar mengecilkan celan yang baru saja di belih olehnya. “Ibu, kalau ada waktu, tolong pendekkan celana ini sebanyak satu inchi ya.” Setelah berkata demikian, ia pergi keluar.

Di depan pintu, ia bertemu dengan kakak perempuannya yang baru pulang dari pasar. Awong berpikir, ibunya nampak sedang repot. Jangan-jangan nanti lupa atau tidak sempat memendekkan celananya. Maka Awong berkata kepada kakaknya, “Kak, bila sempat, tolong pendekkan celana baru saya sebanyak satu inchi.” Setelah itu baru Awong meninggalkan rumah dengan mengendarai mobilnya.

Di tengah perjalanan, ia menerima telepon dari adik perempuannya. Setelah mengobrol sebentar, Awong teringat dengan celana barunya dan khawatir jangan-jangan kakaknya juga lupa memendekkannya. Maka melalui telepon genggamnya, ia berkata kepada sang adik, “Saya baru membeli sebuah celana yang terlalu panjang, tolong dipendekkan satu inchi. Jangan lupa yah?”

Malam hari, Awong pulang ke rumah untuk bersiap-siap pergi lagi menuju pesta tahun baru. Ia bergegas mengambil celana panjangnya dan melihat apakah celana itu telah selesai di potong. Ya…..ampun! Ternyata celana panjang barunya terpotong sebanyak 3 INCHI sehingga kini terlalu pendek! Rupanya, ibu, kakak dan adiknya masing-masing memendekkan celana itu sebanyak satu inchi, sesuai permintaannya.

Hikmah yang dapat di ambil dari cerita di atas adalah

Sebagai seorang pria pasitnya suatu saat anda akan menjadi pemimpin keluarga yang akan memberikan pelindungan kepada seluruh anggota keluarga yang ada. Namun yang terpenting dan utama, seorang calon pemimpin itu harus menerapkan tujuh konsep kepemimpinan yang baik. Yaitu adalah (1) Perencanaan, (2) Keserasian, (3) Komunikasi, (4) Kerjasama, (5) Pelaksanaan, (6) Penugasan dan (7) koreksi.

Memberi pekerjaan harus awali dengan pemberitahuan yang jelas, supaya seserang yang menerima tugas akan mengerti. Pastikan bahwa setiap anggota keluarga mengerti dengan tugas mereka masing-masing dan sepenuhnya mengerjakan tugas dengan baik dan benar.