Pemacingan Horror

Kolam Pemancingan Misterius

Kisah ini sudah lama sekali terjadi. Papaku akan pergi memancing bersama dengan temannya, bernama Joni di salah satu kolam pemancingan yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi rumah mereka berdua. Malam hari, kira-kira sudah jam 9. Malam itu tidak seperti biasanya, perasaan papaku tidak enak untuk memancing malam ini.

“Santai saja. Itu hanya perasaan” kata Joni .

Oke, papa akhirnya tidak memperdulikan perasaannya itu. Sampailah mereka di area kolam pancing. Malam itu memang terasa sangat aneh, bukan hanya perasaan papa saja yang tidak enak, tapi.

“Kok sunyi kolam pancingnya? Biasanya ramai oleh orang banyak. Atau kita yang kelamaan?” tanya Joni .
“Pulang saja yuk. Perasaanku semakin buruk. Besok saja kita memancingnya” kata papaku yang saat itu sudah panik.
“Jangan. Sudah sampai, sudah tanggung” jawab Joni .

Akhirnya mereka berdua mencari tempat untuk memancing. Sekitar 30 menit berlalu, ikan belum juga mereka dapatkan.

“Sabar. Namanya juga memancing” kata Joni
“Kenapa kau kelihatan selalu gelisah? Sudah tenang saja. Kalau kita dapat satu hari ini, kita langsung pulang” sambung Joni .

Papaku entah kenapa malam itu tidak bisa tenang seperti biasanya (kata papa). Seperti akan ada sesuatu hal terjadi, tapi dia tidak tahu. Papaku selalu mengajak Joni untuk pulang, tapi Joni selalu menolak. Sampai tiba-tiba sesuatu hal terjadi pada mereka berdua.

“Lee, pancingaku ke tarik. Ikan. Ini pasti ikan” kata Joni yang sangat kesenangan.

Di tariknya, tarik dan tarik. Sampailah sesuatu mulai muncul ke atas permukaan air (yang menarik kail pancing). Jarak yang tidak terlalu jauh, karena minim pencahayaan, mereka jadi menerka-nerka.

“Apa itu?” tanya papaku.
“Iya, apa ya? Kayak bulat. Hitam, seperti bulu” jawab Joni yang juga bingung.

Semakin di tarik, kelihatan semakin aneh. Kemudian papaku menyuruh untuk jangan menarik itu sampai ke tanah atau permukaan, biarkan tetap berada di dalam air. Kemudian papaku mengambil obornya untuk mengecek sesuatu yang aneh itu, papaku berjalan dan mulai memasuki air. Mendekat dan semakin mendekat. Setelah di lihat.

“*Haa!” papaku menjerit dan langsung lari tanpa memperdulikan temannya. Dia meninggalkan temannya. Pada keesokan harinya, Joni datang ke rumah dan menemui papa yang ternyata sedang sakit demam akibat melihat sesuatu itu.

“Apa yang menggigit kail pancingku dan apa yang kau lihat semalam?” tanya Joni .
“Kau mau tahu apa yang menggigit kail pancingmu dan apa yang kulihat semalam. Sebuah kepala manusia menyeringai yang menggigit kail pancingmu dan itulah yang kulihat”.

Baca juga: