Suara Jangkrik

Suara Jangkrik – Suatu ketika, ada beberapa pemuda yang sedang asik berjalan saat di siang hari melewati jalanan raya yang ramai di lewati banyak mobil. Merasa telah capek berjalan, para pemuda itu pun berhenti di pinggir dan mencari tempat teduh untuk istirahat dan sambil makan siang. Selama mereka semua sedang beristirahat, mereka semua mendengar suara dari kebisingan mobil besar yang sedang lewat, klakson mobil dan sirene mobl ambulance yang sedang lewat.

Baca juga: Kisah Inspiratif “Cangkir Yang Cantik”

Suara-suara dari kendaraan yang lewat itu sangat menggangu pedengaran mereka semua. Namun tiba-tiba salah satu pria dari mereka semua, berkata dengan temannya,”Saya mendengar suara jangkri”

Mendegar apa yang telah di katakannya, temannya itu, teman lainnya pun mengatakan, “Apa? Kamu sudah gila ya, begini bisingnya jalanan yang di lewati banyak mobil, kamu malah mendegar suara jangkrik di jalanan ini.”

Pria itu pun kembali menjawab, “Tidak, saya sangat yakin, jiak saya mendegarkan suara jangkrik”.

“Kamu gila ya?” kata temannya lagi.

Pria itu pun berjalan menuju sebrang menuju semak-semak dan mendengakan dengan hati-hati suara jangkrik itu. Ia ingin membuktikan pada teman-temannya bahwa ia benar-benar mendengarkan suara jangkrik. Akhrinya pria itu pun melihat ekor jangkrik yang di dengar ia suaranya.

Pria itu langsung menangkapnya dan menunjukan kepada teman-temannya bahwa ia mendapatkan jangkrik yang ia dengar tadi suaranya. Mengetahui bahwa ia membawa jangkrik tangkapannya, temanya pun merasa sangat kagum padanya dan berkata “Luara biasa sekali kamu, apakah kamu punya kekuatan super?”

“Tidak, tidak,” kata pria itu. “Telingaku tidak berbeda dengan punyamu. Itu semua tergantung pada apa yang Anda dengarkan.”

“Tapi itu tidak mungkin!” kata teman tersebut. “Aku sama sekali tidak mendengar suara jangkrik dalam kebisingan seperti ini.” Sambung kata temannya lagi.

“Ya, itu benar,” jawabnya. “Itu tergantung pada apa yang benar-benar penting bagimu, akan saya tunjukkan padamu…” lanjut perkataan pria itu.

Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa koin, dan diam-diam menjatuhkannya di trotoar. Dan kemudian, dalam kebisingan dan keramaian jalan, suara koin jatuh tersebut masih terdengar di telinga mereka. Sampai beberapa saat mereka tampak terus masih mencari berbolak-balik dimanakah arah denting koin itu.

“Lihat apa yang saya maksud?” tanya pria itu.

“Itu semua tergantung pada apa yang penting bagi Anda.”

PELAJARAN:

> Mari kita memusatkan perhatian dan pikiran kita pada aspek yang lebih penting dari kehidupan.

> Mari kita memperhatikan lebih dekat dengan apa yang ulama, orang-orang alim dan yang dekat dan sayang kepada kita katakan.

> Kadang-kadang kita mendengar tetapi tidak menghiraukannya.