Kategori: Cerita Cinta

Kepala Ayam Wujud Perhatian

Kepala Ayam Wujud Perhatian

Kepala Ayam Wujud Perhatian – Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya.

‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami. ‘sudah yah.’ Isterinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami.

‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.

Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam.’

Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam.

Begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak. ‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang isteri. Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.

Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun memiliki makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.

Semoga cerita diatas kita bisa mengambil hikmah dengan mencintai setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan isterinya.

Kabur Dari Rumah

Kisah Kabur Dari Rumah

Kisah Kabur Dari Rumah – Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Baca Juga Kisah Misteri Lainnya : Benih Mangga

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi? Ya, tetapi, aku tdk membawa uang jawab Ana dengan malu-malu Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu jawab si pemilik kedai. Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. Ada apa nona? Tanya si pemilik kedai. tidak apa-apa aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah.

Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandung katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya. Ana, terhenyak mendengar hal tsb. Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb?

Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal. Aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun. Aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah Ana kau sudah pulang, cepat masuklah,

Aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Pengasah Pisau

Pengasah Pisau

Pengasah Pisau – Puluhan tahun yang lalu, di sebuah desa di California ada seorang tua, pekerjaan beliau adalah tukang asah pisau keliling. Setiap hari orang tua tersebut berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan jasanya. Beliau berkeliling sambil membunyikan lonceng kecil, untuk menarik perhatian orang.

Pada awalnya, banyak sekali orang yang memanfaatkan jasa beliau. Setiap hari selalu ada saja orang yang mengasahkan pisau ataupun gunting mereka ke orang tua tersebut. Dengan pekerjaan mengasah pisau, orang tua tersebut bisa menghidupi keluarganya.

Tahun demi tahun berlalu, jaman semakin modern dan membuat segalanya menjadi praktis. Demikian juga, pisau-pisau maupun gunting-gunting yang ada di pasaran semakin berkualitas dan murah. Sehingga perlahan- lahan tidak ada lagi orang yang mengasahkan pisau atau guntingnya. Mereka lebih memilih untuk membeli yang baru daripada mengasahkannya.

 

Akibatnya, tidak ada lagi orang yang membutuhkan jasa orang tua si pengasah pisau tersebut. Tetapi setiap hari orang tua tersebut tetap berkeliling seperti biasa, dengan harapan masih ada orang yang mau memanfaatkan jasanya.

Awalnya, orang tua tersebut masih bersemangat. Tapi lama-kelamaan, semangatnya semakin kendur karena dia merasa tidak ada lagi orang yang membutuhkan dia. Waktu berlalu, akhirnya tidak lama, orang tua tersebut meninggal. Ada yang mengatakan bahwa orang tua tersebut meninggal karena kanker. Tapi sebenarnya apa yang menyebabkan orang tua tersebut meninggal?

Menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, kebutuhan manusia yang paling tinggi adalah aktualisasi diri. Anda akan merasa sangat berarti bila Anda dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu, buatlah sesuatu yang dapat membuat diri Anda dibutuhkan, kembangkan potensi diri Anda!

Tetesan Air Yang Dapat Melubangi Batu

Tetesan Air Yang Dapat Melubangi Batu

Tetesan Air Yang Dapat Melubangi Batu – Kisah ini berawal dari seorang pemuda yang di anggap bodoh dan terbengkala. Ia memiliki orang tua yang selalu memberikan dukungan luar biasa kepadanya.

Namun suatu saat orang tuanya terkena wabah penyakit dan hampir meninggal dunia. Orang tuanya itu memberikan wejangan kepada anaknya yang mempunyai pemikiran yang kurang pintar.

“Jika kami meninggal, maka tidak ada lagi yang akan mendukungmu, oleh karena itu kamu harus bisa mandiri. Jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu.

Fokuslah pada apa yang kamu kuasai dan kamu akan menjadi seseorang yang disegani banyak orang.” Kata orang tua anak tersebut.

Pemuda ini kemudian melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang kayu, dan karena sejak kecil ia sudah sering membantu ayahnya dalam menilai kayu, ia memperoleh kemampuan untuk mengenali dan menilai kayu dengan baik.

Suatu hari, seorang yang tua mendatangi pemuda tersebut untuk mencari kayu yang dapat dipahat menjadi patung. Pemuda tersebut dengan cepat memberikan kayu terbaik untuk pahatan.

Baca juga:

Siapa sangka, orangtua tersebut nyatanya adalah pemahat terkenal di desa tersebut, dan karena kayu yang diperoleh dari pemuda tersebut sangatlah bagus, ia menjadi langganan yang terus membeli kayu dari sang pemuda.

Lama kelamaan, pemuda tersebut menjadi dekat dengan sang pemahat, dan ia pun memutuskan untuk belajar memahat dari sang pemahat. Namun, saat ia baru akan mulai belajar memahat, sang pemahat memberikan wejangan.

“Jika ingin menjadi pemahat terbaik, jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai maka kamu dapat menjadi seorang yang sukses.”

Mendengar nasihat tersebut, pemuda itu menyadari bahwa wejangan dari sang pemahat dan orangtuanya memang menjadi pedoman kesuksesan. Dimana walaupun ia adalah seorang yang dulu dianggap bodoh dan terbelakang, dengan fokus dan kerja keras, ia akhirnya menjadi pemahat yang disegani di seluruh dunia.

Kisah ini memberikan kita semua sebagai pembelajaran, yang membuktikan bahwa tidak peduli seberapa kerasnya sebuah batu, tetesan air dapat menaklukannya.

Hal ini mereupakan sebuah analogi dimana dunia ini penuh dengan ujian hidup yang begitu keras, namun tetap dapat di kalahkan dengan tekad dan fokus perjuangan yang di lakukan.

Cerita Cinta Wanita Jatuh Cinta dengan Gelandangan

Cinta Wanita Jatuh Cinta Dengan Gelandangan

Cinta Wanita Jatuh Cinta Dengan Gelandangan – Cinta itu tidak sepenuhnya memandang dari fisik, harta, dan karir seseorang. Namun cinta itu dimana perasaan yang dalam terhadap seseorang yang di cintai.

Dengan memiliki alasan yang sangat menarik dan lain sebagainya. Yang akhirnya akan dilanjutkan dengan pernikahan sebagai salah satu bukti utama akan melanjutkan hubungan yang sengat serius untuk membangun keluarga.

Namun mungkin di pikir secara logis, wanita tidak akan mungkin menikah dengan pria yang tidak memiliki keuangan yang baik dan kehidupan yang jelas.

Hal tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar, hal ini ternyata di alami oleh seorang penulis yang jatuh cinta dan menikah dengan gelandangan.

Baca juga: Kasih Seorang Kakak Kepada Adiknya

Kisahnya bermula ketika Emmy Abrahamson sedang berlibur ke Amsterdam pada tahun 2006 silam. Saat itu, Vic Kocula dengan pakaian dan rambut yang berantakan mendekatinya. Tetapi wanita itu terpesona dengan mata cokelat Vic yang indah. Mereka pun berbincang dan mendapatkan chemistry. Bahkan, Emmy menerima ajakan kencan dari Vic.

Lebih dari satu dekade kemudian, pasangan ini berbagi kisah cinta luar biasa mereka kepada Holly Willoughby dan Phillip Schofield di This Morning. Pasangan tersebut kini sudah memiliki anak kembar berusia 6 tahun bernama Desta dan Til.

Emmy pun telah menulis sebuah buku tentang kisah cinta mereka, dengan judul How to Fall in Love With a Man Who Lives in a Bush. Sementara Emmy mengatakan alasannya langsung tertarik kepada Vic, meskipun penampilan kotor dan berantakan.

“Saya tahu dia tunawisma karena dia sangat kotor, begitu juga dengan tangan dan kukunya. Dia memegang tas yang buruk, kantong tidur dan kaleng bir. Kami mulai mengobrol dan saya menyadari dia memiliki mata cokelat paling indah yang pernah saya lihat dan dia membuat saya langsung tertawa,” kata wanita berusia 41 tahun itu.

Setelah itu, hubungan mereka berkembang makin baik, seperti makan siang yang romantis. Sebenarnya Vic adalah orang Amerika yang tengah liburan ke seluruh Eropa, namun dia kehabisan uang sehingga tidak bisa kembali ke negara asalnya dan saat memiliki cukup uang, dia justru kecanduan alkohol dan berakhir menjadi gelandangan.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

Emmy berpikir bahwa hubungan asmaranya dengan Vic akan berakhir ketika dia kembali ke Wina. Tapi sebelum pulang, dia memberikan nomor teleponnya kepada Vic. Dan ternyata Vic berusaha keras mengumpulkan uang untuk bisa bertemu dengan Emmy.

“Tiga minggu kemudian, saya mendapat telepon dari Vic yang mengatakan, ‘Aku di sini sekarang’, dan kami bersama-sama sejak itu,” kata Emmy.

Pasangan ini pun menikah dan Vic memperbaiki hidupnya dengan melanjutkan pendidikan sebagai teknisi listrik. Selain menulis buku tentang kisah asmara mereka, keduanya juga menceritakan kepada buah hatinya bagaimana mereka bertemu.

“Kami mengatakan kepada mereka tentang semuanya. Saya tidak berpikir mereka memahami semuanya, tapi mereka berpikir itu lucu,” kata Vic.

  • 1
  • 2