Cerita Sedih Pasangan Tua Yang Setia

Cerita Sedih Pasangan Tua Yang Setia

Cerita Sedih Pasangan Tua Yang Setia James Morales. Merupakan seorang pegawai yang bekerja di apotek menceritakan kisah sedih dari costumer yang sering datang ke tempat ia bekerja.

Dalam sosial medianya James menceritakan seorang kakek dan nenek yang biasa datang ke apotek tempat ia bekerja. Namun suatu hari sang kakek datang sendirian tanpa di temani nenek yang merupakan istrinya.

“Keduanya selalu datang ke apotek selama bertahun-tahun. Teman-teman di apotek sudah mengenal mereka dengan baik. Tapi mereka dekat denganku,” tulis James di dalam sosmednya

James menceritakan bahwa si kakek selalu berbuat manis pada sang nenek. “Dia sang kakek selalu berada di sampingnya nenek, menatapnya dan selalu memberikan perhatian,” ucap James.

Satu hari sang kakek datang sendiri tanpa nenek. James dengan santai mengatakan bahwa dia telah menyiapkan enam obat untuk mereka berdua. Tiga untuk kakek dan tiga untuk nenek.

“Dia terdiam dan mengatakan. Istriku sudah meninggal kemaren malam. Aku ke sini sebenarnya untuk mengembalikan obatnya karena dia tidak membutuhkannya lagi,” kata sang kakek.

Baca juga:
Kisah Penglihatan Baru

Apotek yang biasanya ramai dan berisik, tapi seketika semua orang di sana mendengarnya dan berhenti dengan apa yang tengah dikerjakan.

James mengatakan keadaannya di sana tiba-tiba menjadi tenang dan sepi setelah mendengar cerita sang kakek. Kakek bernama Smith itu pun sambil menangis mengatakan bahwa istrinya baru meninggal.

“Aku benci mengatakannya tapi aku berharap aku meninggal sebelum dia. Sangat berat bangun tidur hari ini dengan sisi kasur yang kosong. Dia adalah sahabat dan kekasihku,” ucap kakek Smith sambil dalam keadaan sedih.

Saat itu, James sangat sedih mendengar rasa cinta sekaligus kehilangan kakek Smith yang begitu dalam untuk istrinya. Teman-teman kerja James ikut menangis mendengar cerita si kakek.

“Tapi jangan sedih. Aku janji padanya, bahwa aku akan hidup, aku akan lebih serius minum obat. Aku akan melanjutkan janjiku demi dia. Dia pasti melihatku dari atas sana. Dia adalah malaikat periku terbaik,” lanjut kakek yang mengatakannya masih dalam keadaan menangis.

Sebelum pergi, kakek Smith pun berpesan agar jangan lupa mengatakan cinta kepada orang yang sangat kamu cintai. “Kamu nggak akan pernah tahu kapan dia terakhir bernapas dan terakhir kamu melihatnya,” kata kakak Smith.

Kakek Smith bercerita bahwa dia menyesal tidak mengatakan ‘i love you’ ke nenek tapi mengatakan ‘good night sweetie’. “Bayangkan, hidup bersama dengan orang yang kamu cintai. Semoga kamu mengatakan sesuatu untuk orang yang sangat berarti bagimu,” tulis James dalam akunnya.

Seketika pegawai di apotek semua sibuk untuk menelpon dan mengirim pesan untuk orang yang mereka sayangi. Satu hal yang membuat James sangat sedih, saat James tersadar bahwa ia tidak tahu ingin mengatakan hal tersebut kepada siapa tentang rasa sayangnya.

Kisah Lalat Dan Semut

Kisah Lalat Dan Semut

Kisah Lalat Dan Semut – Terdapat beberapa ekor lalat yang sedang terbang untuk berpesta di atas sebuag tong sampah yang berada di depan rumah. Suatu saat anak dari pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah.

Kemudian tampak 1 ekor lalat bergegas cepat terbang menuju rumah tersebut. Si lalat langsung masuk menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan yang lezat.

“Saya bosan dengan makanan yang ada di tong sampah itu, kini saatnya untuk menikmati makana segar yang berada di meja ini” kata si lalat tersebut. Setelah ia kenyang, si lalat bergegas untuk terbang keluar.

Menuju pintu dimana tadi sebagai jalurnya masuk kedalam rumah tersebut, namun ternyata pintu kaca itu telah tertutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya.

Baca juga: Kisah Inspiratif- Kisah Sang Tikus

Seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka. Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tidak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca.

Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin sore, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan.

Esokan paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tidak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan.

Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini.

Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tidak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak sedikit bingung, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah hewan yang tidak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.”

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya. Namun kali ini dengan wajah dan nada lebih serius, “Ingat para semut muda. Jika kalian melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kalian akan seperti lalat ini.”

Kisah Singa Yang Perkasa Dan Tikus Kecil

Kisah Singa Perkasa Dan Tikus Kecil

Kisah Singa Perkasa Dan Tikus Kecil – Seekor singa sedang tidur di sebuah padang rumput yang berada di dalam hutan. Perutnya merasakan kelaparan, karna dari tadi padi singa tersebut belum menyatap makanan.

Tiba- tiba penciumannya serasa menemukan makanan yang menghampiri di dekatnya. Lalu ia mulai mencari-cari apa yang sedang di rasakan oleh penciumannya. Ternyata ia mendapatkan seekor tikus yang sedang bermain di balik rerumputan.

“Hai, tikus, tahukah kamu bahwa engkau telah menggangguku” kata singa sambul mengaum, memperlihatkan taringnya yang tajam “Aaauuuummmmmmm……..!!” “Awas kau akan kujadikan santapan pertamaku hari ini”. Dengan sigap dia meloncat, dan dalam sekejap, tikus kecil yang malang itu sudah berada dalam genggamannya.

Baca juga:

“Oh, singa yang baik, janganlah kau makan diriku,” kata tikus itu ketakutan setengah mati. “Di rumahku tujuh ekor anakku sedang menungguku dan makanan yang sedang kubawa ini”, tikus menghiba. Air matanya mulai menetes dari matanya. Dia menangis… cit…cit..cit…cit.

“Ho…ho…ho.. aummmmm, aku tidak akan melepaskanmu tikus kecil. Perutku sudah lapaaaar sekali. Bisa pingsan aku kalau tidak makan sekarang,” singa sudah bersiap hendak memasukkan tikus malang itu ke dalam mulutnya.

“Hai, singa, bagaimana kalau kita buat perjanjian. Hari ini biarkan aku pergi. Aku berjanji akan menolongmu kelak jika kau dalam kesulitan,” kata tikus mulai berani.

“Bagaimana mungkin makhluk kecil sepertimu menolong aku yang kuat dan besar ini. ho..ho..ho.. aummmmm…!” Namun sang Singa kasihan juga akhirnya melihat Tikus kecil itu menangis. “Baiklah, kali ini kau kulepaskan. Lagian dagingmu pasti tidak bisa mengenyangkan perutku. Sana! cepat pergi…!!”

Tikus dengan senang hati berlari meninggalkan singa sambil teriak, “Terima kasih singa…”.
Suatu hari tikus sedang berjalan-jalan di sekitar rumahnya. Tiba-tiba dia mendengar suara seekor singa sedang mengaum, tampaknya kesakitan. “Auummmmm…. aduuuuhhh… tolooong…tolooong.” “Aku terkena perangkap pemburu nakal… tolooong, auuummmm.”

Tikus segera menghampiri asal suara itu. Rupanya singa masuk perangkap yang dibuat pemburu. “Jangan kawatir singa, aku datang menolongmu…!” Teriak tikus pada singa. “Cepatt! aku sudah tidak tahan lagi…. auuummmm.” kata singa.

Tikus segera melompat masuk kedalam lubang perangkap. Satu demi satu tali perangkap yang mengikat singa dia gigit hingga putus. Dan akhirnya… singa terbebas. Segara dia melompat keluar dari lubang perangkap.

“Terima kasih Tikus, kalau tidak ada kamu, pasti aku sudah ditangkap pemburu nakal itu. Akhirnya sejak itu Singa dan Tikus bersahabat dan selalu bermain bersama.