Kisah Pendekar Samurai

Kisah Pendekar Samurai

Kisah Pendekar Samurai

Kisah Motivasi Pendekar Samurai – Suatu hari seorang samurai datang ke dzen Guru Hakuin dan bertanya: – Dimana surga? Dimana sih? Dan di mana pintu surga dan neraka?

Samurai hanya tahu dua hal: kehidupan dan kematian. Dia tidak memiliki filosofi apapun, ia hanya ingin tahu di mana berada gerbang – untuk melarikan diri neraka dan masuk surga. – Kamu siapa? – Tanya Hakuin.

– Aku pemimpin samurai – prajurit itu menjawab – dan Kaisar membayar upeti ke saya.

Hakuin tertawa dan berkata:

– Apakah Anda benar-benar pemimpin samurai? Anda terlihat seperti beberapa miskin raga-muffin!

kebanggaan samurai terluka. Dia lupa mengapa ia datang untuk, mencabut pedangnya dan akan membunuh Hakuin. Dan Hakuin tertawa lagi dan berkata:

– Ini adalah gerbang neraka. Dengan pedang, menjadi marah, dengan ego Anda, Anda akan membukanya.

Samurai menyadari ide itu, menenangkan fajar dan menyarungkan pedangnya. Dan Hakuin melanjutkan:

– Dan sekarang, ketika Anda tenang, Anda membuka pintu gerbang surga.

Surga dan neraka berada di dalam Anda. Dan gerbang berada di dalam Anda. Jika Anda tidak sadar, ini adalah gerbang neraka. Jika Anda waspada dan sadar, ini pintu gerbang sorga. Tetapi orang-orang terus berpikir bahwa surga dan neraka adalah suatu tempat di luar. Surga dan neraka tidak setelah kehidupan, mereka berada di sini dan sekarang. Dan gerbang selalu terbuka. Setiap saat Anda membuat pilihan Anda antara surga dan neraka.

Sekilas Tentang Pendekar Samurai Musashi

Miyamoto Musashi, yang setelah itu diketahui dengan panggilan Musashi, merupakan seseorang samurai serta ronin( samurai pengembara) ternama pada dini era Edo. Dia sesungguhnya terlahir dengan nama yang lumayan panjang: Shinmen Musashi nomor Kami Fujiwara nomor Genshin.

Kemudian dari mana dia bisa nama Miyamoto? Apa itu nama produk vetsin saingan Ajinomoto? Jelas bukan. Miyamoto itu diambil dari nama desa tempat Musashi dilahirkan.

Musashi pula warnanya mewarisi darah bapaknya yang ialah pakar bela diri sekalian pakar pedang serta jitte( senjata yang dipakai polisi di masa Edo). Menyandang status bagaikan anak dari orang yang pakar di bidang berantem memanglah luar biasa. Tetapi Musashi tidaklah orang yang mengandalkan nama bapaknya belaka.

Duel Awal Musashi

Duel awal Musashi terjalin dikala umurnya masih belia, ialah 13 tahun. Di era saat ini umurnya itu dapat disamakan dengan anak SMP yang baru puber serta menemukan jerawat pertamanya.

Musashi yang pada dikala itu tengah tinggal di kuil bersama pamannya, mendengar kabar kalau seseorang samurai bernama Arima Kihei tiba ke daerah tempat tinggalnya guna mencari lawan duel. Kihei mengumumkan ke segala penjuru wilayah kalau dia menantang siapa juga yang memiliki nyali buat melawannya.

Mendengar perihal itu, Musashi mendaftarkan namanya buat bisa berduel dengan Kihei.

Musashi yang notabene masih bocah ingusan pastinya dikira remeh oleh Kihei. Tetapi di akhir duel, Musahi dengan memakai pedang kayu yang diucap bokuto( dikala ini lebih kerap diucap bokken) sukses membuat Kihei bertekuk lutut.

Duel Dengan Klan Kyoto

Nama sesungguhnya dari klan tersebut merupakan Yoshioka, yang di tahun 1604 diketahui bagaikan sekumpulan pakar pedang di Kyoto. Musashi yang berniat buat menemukan ketenaran juga menantang duel Yoshioka Seijuro yang dikala itu ialah kepala keluarga Yoshioka.

Duel antara Seijuro serta Musashi terjalin pada 8 Maret 1604, dengan hasil Musashi sukses menjatuhkan serta mematahkan lengan Seijuro. Kemenangan Musashi atas Seijuro membuat nama terakhir mundur bagaikan kepala keluarga Yoshioka, sampai kesimpulannya memilah buat jadi biarawan.

Tetapi kegemilangan Musashi tidak menyudahi hingga di sana. Yoshioka Denshichiro, adik dari Seijuro, mengambil giliran maju mengambil alih si kakak serta menantang Musashi buat berduel. Hasil akhir: Musashi menang, Denshichiro mati terbunuh. Kematiannya apalagi hingga membuat klan Yoshioka terpukul. Mereka bersumpah buat menuntut balas dengan metode melenyapkan Musashi dari muka bumi.

Duel dengan klan Kyoto (II)

Sehabis kematian Denshichiro, klan Yoshioka berikutnya dipandu Matashichiro yang masih berumur 2 belas tahun. Tidak berselang lama, klan Yoshioka kembali menantang Musashi buat duel dengan Matashichiro di malam hari.

Duel di malam hari tidaklah perihal yang lumrah buat dicoba, serta ini membuat Musashi curiga. Dia memutuskan buat tiba saat sebelum waktu yang didetetapkan, kemudian bersembunyi serta mengamati apa yang direncanakan musuhnya.

Dikala yang ditunggu juga datang. Demi memandang Matashiciro tiba dengan mengenakan atribut perang lengkap, Musashi tersadar kalau klan Yoshioka mengincar nyawanya.

Musashi juga menunggu dikala yang pas buat melanda Matashichiro. Tetapi sehabis dia sukses menewaskan Matashichiro, orang- orang Yoshioka bermunculan serta berupaya menghentikannya, usaha yang kesimpulannya berujung dengan kegagalan.

Dengan tewasnya Matashichiro di tangan Musashi, kejayaan klan Yoshioka berakhir telah.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :