Cerita Kisah

Kisah Motivasi Mengenai Sudut Pandang Kehidupan

Kisah Motivasi Mengenai Sudut Pandang Kehidupan

Kisah Motivasi Mengenai Sudut Pandang Kehidupan – Cerita Seorang Ayah yang memiliki 4 orang anak lalu ayah tersebut menyuruh anaknya pergi ke hutan untuk melihat pohon pir tapi di waktu yang berbeda.

Anak Pertama disuruh pergi kehutan pada musim DINGIN, anak ke 2 pada musim SEMI, anak ke 3 pada musim PANAS, dan anak ke 4 pada musim GUGUR.

Setelah semua anak pergi melakukannya, sang ayah lalu bertanya pada masing-masing anak mereka:

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

Anak ke 1 menjawab: Pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.

Anak ke 2 menjawab: Pohon pir itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau harum semerbak.

Anak ke 3 menjawab: Pohon pir itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau harum semerbak.

Anak ke 4 menjawab: pohon itu penuh dengan buah yang sudah matang namun ranum.

kemudian sang Ayah berkata:

“Kalian semua benar, hanya saja kalian melihat pohon tersebut pada waktu yang berbeda . Mulai sekarang, jangan pernah menilai kehidupan berdasarkan suatu masa yang sulit saja”.

Kata Kunci:

“Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya akan terasa sangat tidak menjanjikan, mungkin ada banyak kegagalan, kekecewaan dan perasaan tidak nyaman. Namun, jangan mudah menyalahkan diri sendiri atau orang lain, terlebih menyalakan nasib dan takdir.

Kisah ini mengajarkan kita untuk mengubah mindset atau cara pandang dalam melihat suatu peristiwa lewat beragam sudut pandang.

Jika kita tidak bersabar saat berada di ‘musim dingin’, maka kita akan kehilangan ‘musim semi’ dan ‘musim panas’ yang penuh harapan, Pada akhirnya kita tidak bisa menuai hasilnya saat ‘musim gugur’.

Pesan Kepada Pembaca:

Di dunia ini, senantiasa terdapat perihal yang berpasang- pasangan. Dibalik kegagalan, tentu terdapat kesuksesan, terdapat kekalahan serta kemenangan, miskin kaya, tua muda, pilu gembira serta yang lain. Di balik tiap hal- hal yang negatif, tentu terdapat hal- hal positif yang dapat kita petik. Di balik tiap kasus, tentu terdapat jalur keluar mengarah pemecahannya.

Kerap kali kita senantiasa membagikan fokus kita terhadap hal- hal yang kurang baik. Perihal ini pasti saja membuat Kamu terletak dalam kondisi yang negatif. Kamu tidak hendak sempat mendapatkan hikmah serta keuntungan apapun bila Kamu senantiasa negatif terhadap apapun.

Semacam yang telah dikatakan, di balik perihal negatif, tentu terdapat perihal positif. Ganti fokus serta atensi Kamu cuma pada hal- hal yang positif, sehingga senyum kebahagiaan hendak senantiasa menyertai Kamu sejauh hidup. Kamu tidak butuh mengasihani diri sendiri atas hal- hal kurang baik yang mengenai Kamu.

Tugas yang butuh Kamu jalani cumalah melihatnya lewat sudut pandang positif. Inilah perihal berarti yang wajib Kamu jalani yang bisa membuat Kamu lebih yakin diri dalam mengalami hidup yang berliku- liku serta kerap tidak berjalan cocok dengan harapan Kamu. Dengan begitu, hidup hendak terasa gampang buat dijalani serta dilewati dengan penuh semangat.

Begitulah kisah menarik yang telah kami sediakan untuk anda semua. Semoga berbagai kisah yang telah kami berikan kepada anda. Dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk anda semua. Terima Kasih 🙂

Kasih Seorang Kakak Kepada Adiknya

Kasih Seorang Kakak Kepada Adiknya

Kasih Seorang Kakak Kepada Adiknya – Ben adalah pendeta miskin yang memiliki kakak kaya raya. Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak. Kakaknya menjual aset nya di texas yaitu sebuah padang rumput yang luas, ketika itu harganya sangat tinggi.

kakak Ben menjadi kayaraya, lalu menanam saham pada perusahaan besar dan mamperoleh untung besar. Sekarang ia tinggal di apartemen mewah di newyork dan memiliki sebuah kantor wallstreet.

Seminggu sebelum Natal, sang kakak menghadiahi Ben sebuah mobil mewah dan mengkilap. Suatu pagi, seorang anak gelandangan menatap mobil Ben dengan penuh kekaguman.

“Hai nak” sapa Ben.

“Apakah ini mobil tuan?”, Anak itu melihat Ben dan bertanya.

“ya,” jawab Ben singkat

“Berapa harganya tuan?” tanyanya.

“Sesungguhnya aku tidak tau berapa harganya, ini adalah hadia pemberian kaka saya”

Mendengar jawaban itu, mata anak itu terbelalak dan bergumam,

“Seandainya… Seandainya..”

Ben mengira dia tahu persis apa yang diharapkan anak kecil itu,

“Anak ini pasti berharap memiliki kaka yang sama seperti kakaku”. Ternyata Ben salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya:

“Seandainya saya bisa menjadi kakak seperti itu ..” Ben terheran-heran, kemudian mengajak anak itu berkeliling dengan mobil barunya.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

Anak itu tak henti-hentinya memuji keindahan mobil Ben. sampai suatu saat anak berkata,

“Tuan, apa anda bersedia mampir ke rumah saya? Letaknya hanya beberapa blok dari sini”, pintanya.

Ben pun mengira pasti dia akan memamerkan pada teman-temannya bahwa dia sedang naik mobil mewah

“ok, mengapa tidak”, pikir Ben saat menuju kerumah anak itu. Saat tiba disudut jalan, si anak gelandangan memohon pada Ben untuk berhenti senjenak,

” Tuan, bersediakah menunggu sebentar? Saya segerah kembali”, kata anak itu sambil berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot.

Setelah menunggu hampir 10 menit, Ben mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobil dan menatap rumah reot itu. Saat itu ia mendengar langkah kaki pelan. Kemudian, tampak anak gelandangan itu menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di dekat mobil Ben, anak itu berkata kepada adiknya:

“Lihat.. seperti kaka bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak dari tuan ini menghadiakannya mobil ini. Suatu saat nanti, kakak berjanji akan membelikan mobil seperti ini untukmu”.

Seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.

Perbuatan Baik Akan Indah Pada Waktunya

Perbuatan Baik Akan Indah Pada Waktunya

Perbuatan Baik Akan Indah Pada Waktunya – Cerita ini diangkat bedasarkan kisah nyata yang berasal dari Negara China. Sekitar 20 tahun lalu, terdapat seorang pemuda yang melanjutkan pendidikan ke jenjang mahasiswa. Pemuda tersebut berjalan mondar-mandir di depan sebuah rumah makan dikota metropolitan. Dia menunggu sampai suasana pada resto itu sepi, kemudian masuk secara perlahan-lahan dan tersipu malu.

“Saya pesan semangkuk nasi putih”, katanya sambil menunduk pada pemilik resto.

Pemuda itu hanya memesan semangkuk nasi putih tanpa lauk apapun. Sepasang suami istri muda pemilik resto tampak bingung. Mereka menghidangkan semangkuk penuh nasi putih padanya. Pemuda tersebut membayar pesanan tersebut.

“Maaf, dapatkah saya meminta kuah sayuran buat disiramkan diatas nasi saya?” katanya dengan pelan

Istri pemilik resto berkata dan tersenyum,” Ambil saja kuah yang kau suka, gratis.

“Kuah sayur gratis”, Pikir pemuda itu sebelum menghabiskan makanannya. Diapun memesan lagi semangkuk nasi putih.

“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan memberikan nasinya lbih banyak lagi.”

“Bukan, saya akan membungkusnya untuk bekal makan siang di kampus”, sambil tersenyum ramah kepada pemilik rumah makan. Mendengar perkataaan dari pemuda ini tentunya berasal dari keluarga miskin diluar kota. Untuk menuntuk ilmu sapai rela datang ke kota dan mencari uang sendiri untuk biaya sekolah. Pasti dia sendang mengalami kesulitan keuangan.

Baca Juga: Pelari Olimpiade

Tidak hanya berpikir sampai disitu, Pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur yang disembunyikan dibawah nasi putih dan memberikan kepada pemuda itu.

Melihat perbuatan suaminya, sang istri merasa penasaran dan tidak mengerti. Kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?

“Jika pemuda itu melihat kita menaruh lauk diatasnya nasinya, dia pasti merasa tidak enak. Hargadirinya akan jatuh dan dia tidak akan datang lagi. Jika pemuda itu akhirnya pergi ke tempat lain dan membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizinya untuk bersekolah?”, bisiknya pelan.

“Engkau sungguh baik hati, selain sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya”

“Jika saya tidak baik, apa kau masih mau jadi istriku?”

Suami istri ini sangat gembira setelah dapat membantu orang lain.

“Terima kasih semua, saya sudah selesai makan”, pamit pemuda itu kepada mereka.

Ketika mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan dengan tatapan mata berterima kasih kepada mereka.

” Besok mampir kesini yah, kau harus tetap bersemangat!”, kata pemilik rumah makan sambil melambaikan tangan.

Pemuda itu sangat terhari mendengar pemilik resto mengatakan seperti itu, ssetiap sore dia singga ke rumah makan mereka. Seperti biasanya, setiap hari dia hanya makan semangkuk nasi putih dan membeli lagi sebungkus nasi putih untuk bekal esok hari.

Didalam nasinya terdapat lauk yang berbeda dibawa pulang setiap hari. hal itu terus berulang sampai pemuda itu berhasil lulus dari perguruan tinggi. Sudah 20 tahun berlalu sejak pemuda itu lulus dan tidak pernah muncul dirumah makan tersebut lagi.

Pada suatu hari, ketika suami istri itu sudah memasuki umur senjanya, pemerintah melayangkan sebuah surat penggusuean. Tiba-tiba saja, mereka harus kehilangan mata pencaharian satu-satuya. Suami istri itu mengingat anak mereka yang masih bersekolah diluar negeri dan perlu biaya setiap bulan. Mereka berpelukan sambil menangis panik.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

pada saat itu masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek dan kelihatan seperti seorang direktur.

“Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan dan mendapat perintah dari direktur kami untuk mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami. Perusahaan kami telah menyediakan semua kebutuhab, kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian memasak kalian kesana. Keuntungan akan dibagi secara adil dengan perusahaan.”

“Siapakah direktur perusahaan tempat kamu bekerja? Mengapa begitu baik terhadap kami? Saya merasa tidak pernah mengenalnya?”, kata mereka dengan terheran.

“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng rendang buatan kalian. Hanya itu yang kutahu, silakan kalian datang kesana dan langsung bertemu dengan beliau.”

Akhirnya, mereka berdua pergi kesana dan bertemu dengan pemuda yang tidak tampak begitu asing. Setelah bersusah payah selama 20 tahun, akhirnya sang pemuda dapat membangun kerajaan bisnisnya dan menjadi derektur yang sukses.

Pemuda itu merasa bahwa kesukseskan yang diraihnya saati ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri itu. jika mereka tidak membantunya, dia akan sangat kesulitan dan menderita dalam menyelesaikan kuliahnta saat itu.

Setelah berbincang-bincang, suami istri itupun pamit dan hendak meninggalkan kantor. Pemuda itu berdiri dari kursinya dan membungkuk dalam-dalam sambil berkata kepada mereka, ” Bersemangat yah! Dikemudian hari, perusahaan kami akan bergantung pada kalian berdua, sampai bertemu besok!”

Cerita Motivasi Tentang Kebahagiaan

Cerita Motivasi Tentang Kebahagiaan

Cerita Motivasi Tentang Kebahagiaan – Hermanto, merupakan seorang manager perusahaan swasta termuka di Medan yang menjalani rutinitas hidupnya.

Dia selalu tiba dirumahnya pukul 8 malam. Namun Nisa Putri sulung nya baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuk ayahnya. Tampaknya Nisa Cukup lama menunggu ayahnya.

“Loh, Kok belum tidur Nisa?” sambil mengecuk keningnya.

Nisa menjawab, “Aku nunggu papa pulang. Aku matu tahu, gaji papa berapa sih?”

“Tumben Nisa nanya gaji papa? Mau minta uang lagi ya?

“Ah, engga. Pengen tau aja pa.” Ucap Nisa

“Oke. Hitung sendiri ya. Setiap hari papa bekerja sekita 10 jam dan dibayar 400.000,- Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Baca Juga: Pelari Olimpiade

Sabtu dan minggu libur, tapi kadang Papa masih lembur di hari sabtu. Jadi berapa kira-kira gaji papa dalam satu bulan hayoo?” Nisa Berlari mengambil pensin dan kertas.

Sementara itu, papanya melepas sepatu dan menyalakan TV. Ketika Hermanto beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Nisa berlari dan mengikutinya.
“Kalau sehari papa dibayar Rp400.000,-untuk 10 jam berati, gaji papa satu jam Rp40.000, dong”

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, dan tidur sana”, perintah Hermanto,

“Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5000, gak pa?

“Sudah, jangan macam-macam. Untuk apa kamu minta udang malam-malam gini? Papa capek, mau mandi dulu. tidurlah.”

“Tapi papa…”

Kesabaran Hermanto pun habis.

“papa bilang tidur!” Bentaknya mengejutkan Nisa.

Anak kecil itu pun berbalik dan masuk kekamarnya. saat selesai mandi, Hermanto tampak menyesali perbuatannya. Dia menengok Nisa di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Dia meliha Nisa sedang menagin terisak-isak dan memegang uang Rp 15.000, ditangannya. Sambil berbaring, dia mulai mengelus kepala bocah kecil itu.

“Maafkan papa, Nak. papa sayang sama Nisa. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.5000, lebihpun pasti papa kasih.” Jawab Hermanto

“Papa, aku bukan minta uang. Aku cuman mau pinjam. Nanti pasti aku balikin kalau sudah nabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya tapi buat apa nak?” Tanya Hermanto lembut.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

“Aku nunggu papa dari jam 8. Aku mau ajak papa main ular tangga. Cuman tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu papa. waktu aku buka celengan, cuman ada Tp.15.000, Tapi papa bilang satu jam dibayar Rp40.000 Jadi setengah jamnya aku ganti Rp.20.000, tapi uangku kurang 5.000, jadi aku mau pinjam dari Papa.” Kata Nisa dengan polos.

Hermanto pun terdiam. Dia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru sadar, ternyata limpahan harta yang dihasilkan selama ini tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

Kata Kunci
“Banyak orang yang masih menganggap uang dan kebahagiaan berada dalam satu dimensi yang sama. kebahagiaan seperti dapat dikonversikan dengan uang. Jika ingin memiliki lebih banyak uang bearti kebahagiaan harus dikorbankan untuk sementara. Tapi, pada kenyataanya kedua hal itu tidaklah sama.

Berhentilah menukar-nukar kedua hal itu dalam hidup. Mulailah memilah hal penting diantara yang mendesak. Mungkin bagi dunia kau hanyalah seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah Dunianya.”

Cerita Kisah Menatap Masa Depan

Cerita Kisah Menatap Masa Depan

Cerita Kisah Menatap Masa Depan – Seorang pemuda sedang duduk termenung memikirkan masa depannya. Dia mulai bertanya-tanya, akan Seperti apa masa depannya dan bagai mana cara memperolehnya.

Merasa tidak menemukan jawaban, dia berdiri dan mulai melangkah. Pemuda itu berjalan kearah taman dan melihat seorang kakek tua yang sedang duduk disebuah kursi taman. Dia beranggapan bahwa kakek itu mungkin dapat menjawab kegelisahan hatinya.

Kakek itu tentunya sudah melangkah lebih jauh dan melihat masa depannya secara nyata pada usianya saat ini. Perlahan pemuda itu berjalan menghampirinya, menyapa sang kakek, dan duduk di sebelahnya. Pemuda itu yakin akan menemukan jawabannya dan memulai pembicaraan.

“Kakek tentu telah melewati banyak hal dan menatap masa depan sejak masa muda kakek. Kalau saya boleh tahu, apa itu masa sepan dan bagaimana car amemperolehnya? Jujur, saya binggung akan masa depan saya.”Kata pemuda itu Lirih.

Kakek itu termenung sejenak sambil menatap langit, dan dengan senyuman dia mulai berujar,” Saya juga pernah mengalami masa muda seperti kamu. Saat itu, saya juga sering merasa bingun akan masa depan dan bagaimana cara memperolehnya.”

“Dulu saya cenderung disibukan saat berpikir mengenai masa depan. Akibatnya, saya selalu merasa khawatir dan membuang waktu saat sedang memikiekannya. Suatu saat, saya sadar bahwa masa depan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.”

” Bagaimana mengalihkan perhatian dari masa depan, kek? Bukankah masa depan adalah hal yang terpenting dan harus mulai dipikirkan dari sekarang?” Tanya pemuda itu penasaran.

Baca Kisah Menyeramkan Lainnya :

“Kamu benar nak, masa depan adalah hal yang penting dan harus mulai dipikirkan dari sekarang?” Tanya pemuda itu penasaran.

“Kamu benar nak, masa depan adalah hal yang terpenting. Tapi, apakah pernah terpikir olehmu, menghawatirkan masa depan berati membayangkan sesuatu yang belum pasti. Banyak orang terlena dan mulai lengah pada hal yang justru lebih penting, Yaitu masa sekarang.” Pemuda tersebut langsung termenung, dan kakek melanjutkan pembicaraan.

“Tanpa kita sadar, sesungguhnya masa depan sangat sulit untuk ditebak. Apa yang dianggap oleh banyak orang sebagai masa depan sesungguhnya adalah masa sekarang.”

“Mengapa kakek bisa berkata demikian?” tanya pemuda itu.

“menurut, apakah mungkin akan ada masa depan tanpa masa sekarang? Bukanlah masa deoan adalah hasil dari masa sekarang? Seumur hidup saya sampai sekarang, akhirnya saya benar-benar sadar bahwa masa sekarang adalah penentu masa depan. Karenaitu, saya akan memulai mengerjakan apapun dengan sebaik-baiknya dan berusaha melakukan yang terbaik setiap harinya.” Ujar kakek itu dengan mantap.

Pemuda itu lalu bertemrima kasih pada sang kakek, beranjak, dan mulai melangkah dengan perasaan legah.