Cerita Kamar Mandi Horror

Cerita Kamar Mandi Horror

Cerita Kamar Mandi Horror – Kejadiannya terjadi saat saya masih SMP kelas 1, waktu itu saat malam Jumat. Seperti biasa saya jaga warnet di depan rumah saya. Sedikit gambarannya, saya punya usaha warnet sendiri yang letaknya di depan rumah saya.

Biasanya saya sering jaga warnet secara bergantian sama abang saya, warnetnya tutup sekitar jam 00.00 WIB. Tapi karena saat itu saya merasa sangat mengantuk dan abang saya pergi entah kemana, saya putuskan untuk tutup warnet jam 23.00 WIB.

Sudah kebiasaan saya untuk tidur didalam warnet, di situ sudah tersedia kasur, bantal dan ada kamar mandi, jadi gak masalah untuk bermalam di warnet. Ketika saya ingin merebahkan tubuh saya ke kasur, tiba-tiba saya mendengar suara air di kamar mandi.

Lalu saya pun langsung bangkit menuju kamar mandi. Dan melihat situasi di situ, ternyata air mengalir dari keran. Karena saya gak percaya sama hal mistik jadinya tanpa pikir panjang. Saya langsung puter keran airnya agar airnya gak keluar lagi, lalu saya kembali ke kasur untuk tidur.

Sekitar 10 menit kemudian setelah saya tertidur, tiba-tiba saya mendengar suara air mengalir dari arah kamar mandi. Saya pun bangkit lagi untuk mematikan keran airnya.

Lalu kembali tidur dan gak lupa untuk mematikan lampunya karena saya gak bisa tidur kalau lampunya masih menyala. Ketika saya memejamkan mata ingin tidur, tiba-tiba ada suara langkah kaki.

Saya pun membuka mata dan saya melihat sekelebat orang dengan postur tubuh yang tinggi dan hitam. (karena dalam keadaan gelap, jadinya gak bisa lihat dengan jelas) pergi berlari menuju kamar mandi.

Karena saya pikir itu maling, langsung saya kejar ke kamar mandi. Ketika saya berdiri di depan kamar mandi, saya mendengar air mengalir lagi. Tapi kali ini dengan suara seperti sedang menyiram wc. Tanpa basa-basi saya buka pintu kamar mandinya dan menyalakan lampunya.

Baca Juga Kisah Horor Lainnya :

YA TUHAN…!!! saya terkejut dengan apa yang saya lihat. Ada pria berpostur tinggi skitar 185 cm, mukanya rata dan sedang menyiram wc. Aduh saya takut sekali, lalu saya langsung pergi keluar dari warnet dan berlari menuju rumah saya yang letaknya gak jauh dari warnet (tinggal nyebrang aja).

Saat saya sudah sampai di depan pintu, pintunya sudah di kunci sama mama saya. Jadinya saya duduk aja di kursi yang ada di depan rumah dan berharap hantu itu gak mengejar saya.

Udara di luar begitu dingin sehingga membuat saya merinding disko (bulu kuduk saya berdiri semua). Seketika itu juga, saya mendengar suara gaduh di atas genteng rumah saya. Karena saya penasaran, jadi saya menengok ke atas.

ASTAGA…!!! saya kaget sekali karena di atas genteng ada perempuan pake baju putih kumal sedang memegang Al-qur`an. Mukanya hancur banget dan penuh darah di wajah dan di bajunya.

Saya ingin berlari tapi badan saya tidak bisa digerakkan sama sekali. Lalu sosok perempuan itu pun tiba-tiba menghilang. Setelah hantu itu sudah menghilang, saya baru bisa menggerakkan badan saya dan saya pun langsung berlari menggedor pintu dan berteriak.

“MAMA BUKA PINTU… MA, BUKA MAAA…”. Mama saya pun membukakan pintu dan sempat heran juga karena melihat saya menangis sesenggukan. Saya gak ngomong apa-apa, saya langsung lari ke kamar dan memejamkan mata walaupun sebenarnya gak bisa tidur setelah mengalami kejadian itu.

Misteri Jembatan Angker

Misteri Jembatan Angker

Misteri Jembatan Angker – Kali ini terdapat cerita dari sebuah daerah di Gresik,Jawa Timur. Tentang sebuah mistik yang dulu sempat membuat warga di daerah saya menjadi paranoid.

Saya lahir di sebuah rumah sakit swasta di kota Solo yang sebagian orang menyebutnya dengan kota Surakarta, Jawa Tengah. Ayah saya bekerja di salah satu pabrik besar di kota Gresik.

Jadi mau tak mau kami sekeluarga pindah di Gresik. Ketika pindah umur saya baru menginjak 7 tahun. Jalan menuju perumahan kami ada 2. Yang pertama melewati pemakaman Sunan Giri (apabila lewat jalan ini, jarak menjadi lebih jauh/memutar).

Sedangkan jalan kedua melewati sebuah jembatan yang menyebrangi jalan TOL Surabaya-Lamongan.  Akan tetapi pada waktu itu, tidak ada satupun orang yang berani melewati jalan ini ketika malam hari.

Karena orang yang melewati jembatan ini selalu dirampok dan dibunuh dengan cara mutilasi. Karena reputasi jembatan itulah orang-orang memilih jalan memutar daripada kehilangan nyawa.

Namun lambat laun perampok yang sering merampok dan memutilasi korbannya ini tidak lagi beroperasi (entah sudah ditangkap polisi atau sudah dipanggil Ilahi, tidak ada yang tahu) maka orang-orang sudah mulai berani melewati jalan ini.

Jalan yang sudah sepenuhnya aman dari rampok sadis ternyata tetap tidak aman. Setidaknya dari makhluk halus. Sudah banyak cerita tentang makhluk halus disana.

Wujudnya bukan berupa genderuwo, pocong, kuntilanak maupun suster ngesot tapi berwujud potongan tubuh manusia seperti kepala menggelinding, tangan yang sedang menyebrang jalan, kaki yang berjalan sendiri, dll.

Salah satu kakak temanku pernah mengalaminya.. Sebut saja dengan si A..

Ketika itu malam Minggu. Si A bersiap pergi ke rumah pacarnya yang kebetulan berada di desa di seberang jembatan itu. Ketika berangkat, si A tidak mengalami kejadian aneh karena melewati jalan yang memutar. Semua berjalan normal. Namun hal berbeda terjadi ketika si A pulang kembali ke rumah..

Karena malam begitu larut ditambah si A yang tiba-tiba sakit perut maka si A memutuskan untuk melewati jembatan tersebut. Padahal si A telah diingatkan oleh pacarnya agar jangan lewat jembatan itu tapi karena perut yang susah diajak kompromi maka dengan modal “Nekat” si A pulang.

Sesampainya di atas jembatan, si A berhenti. Bukan karena mogok, kehabisan bensin, dihadang preman atau apa, si A berhenti karena dihadang tangan yang berjalan. Tangan tersebut berjumlah 6 yang sedang berjalan “ngesot” menuju ke seberang jalan..

Mungkin karena perut si A sudah terlanjur mulas, tanpa pikir panjang diraihnya tangan yang berjalan itu dan diseberangkan ke seberang jalan. Setelah itu si A pulang.

Untungnya sekarang ini jembatan tersebut telah ramai dilalui orang dan tidak ada keganjilan lagi.

Baca juga :